Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.


    Dimana Larangan Homoseksualitas di Alkitab?

    Share

    ambrochius
    Star of Share
    Star of Share

    Jumlah posting : 33
    Join date : 21.01.09
    Lokasi : Bandung, West Java

    Dimana Larangan Homoseksualitas di Alkitab?

    Post  ambrochius on Sun Jan 25, 2009 7:11 am

    Tulisan ini secara bebas dikutip dari ekaristi.org , Akademi Kontra Indiferentisisme Forum Index: Forum Terbuka, sebuah dialog Bibliogis terhadap pandangan mengenai Homosexualitas. Tentu saja pada intinya berisi penolakan dan "ketidaksetujuan" terhadap cara hidup homosexual dipandang dari segi Alkitabiah; Namun saya pribadi tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pandangan yang berbeda -pada kenyataannya saya juga seorang homosexual- saya mencoba untuk menghadirkan dialog ini sebagai bahan pemikiran kritis terhadap orientasi sexual kita -kaum Gay-. Setuju atau tidak, suka atau tidak, menolak atau menerima, sesuai atau tidak dengan prinsip anda, semuanya dikembalikan lagi kepada kita semua sebagai kaum yang sedang diperdebatkan ini. Akhir kata semoga dapat memperteguh iman Kristiani kita serta semakin terbuka dengan pandangan yang berbeda bahkan dalam konteks iman yang sama sekalipun


    Gereja memang sudah jelas melarang, tapi ada tidak larangannya di Alkitab?

    Sebenarnya ada beberapa ayat yang jelas melarang Homoseksual, tapi ada satu ayat yang menarik.
    Ingat peristiwa Sodom dan Gomorah?

    Kej 18:20
    Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.

    Kalau kita lihat kata asli dari 'dosa' di ayat tersebut maka kita akan tahu bahwa dosa di ayat tersebut adalah kata tunggal (singular) dan bukan jamak (plural)
    Dari Versi BHS Inggris mungkin lebih ketahuan:

    Gen 18:20 - Duoay Rheims
    And the Lord said: The cry of Sodom and Gomorrha is multiplied, and their sin is become exceedingly grievous.


    Bisa dilihat bahwa kata yang digunakan adalah "sin" dan bukan "sins".
    Nah, apakah dosa yang sangat besar yang dilakukan oleh penduduk Sodom dan Gomorah?

    Kej 19:4-8
    4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. 5 Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka." 6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, 7 dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. 8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."


    Coba lihat ayat 5. Apakah yang dimaksud dengan "pakai" di ayat tersebut? Dibawah adalah versi BHS Inggrisnya:

    Gen 19:5
    5 And they called unto Lot, and said unto him, Where are the men which came in to thee this night? bring them out unto us, that we may know them
    .

    Dengan melihat kata asli Ibrani (PL berbahasa asli Ibrani) berikut adalah arti dari kata "know".
    Coba dilihat h.2 yaitu ---> to know (a person carnally)
    Jadi, yang dimaksud dengan kata "pakai" adalah hubungan badan*. Karena itulah Lot menawarkan anak perempuannya (ayat 8 ) supaya dibawa para pengepung. Namun para laki-laki baik tua dan muda (lihat ayat 4) yang mengepung tidak menginginkan anak perempuan Lot. Mereka lebih bernafsu terhadap tamu laki-laki Lot (yang sebetulnya adalah malaikat).

    Karena alsan inilah Allah menghancurkan Sodom dan Gomorah
    Di Matius 1:25 versi Inggris, kata "knew" (bentuk lampau dari "know")juga dipakai untuk menunjukkan hubungan seksual.

    Mat 1:25
    And knew her not till she had brought forth her firstborn son: and he called his name JESUS.


    Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
    HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

    Rom 1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
    Rom 1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
    Rom 1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:


    Dalam hal ini bukan gereja yang melarang, tetapi Allah sendiri yang melarangnya. “Adakah seseorang tidak merasa tersinggung, jika suatu karyanya dinodai atau dilecehkan.”tak seorangpun tidak, begitupula Allah.
    Disini saya hanya dapat memberikan suatu ilustrasi yang mengkutip dari beberapa ayat, saya susun begitu rupa seolah-olah ada alur ceritanya ,belum tentu bagi yang membaca, oleh karena itu interpretasikan sendiri…..

    “BERKATILAH DAN RESTUILAH KAMI, YA TUHAN!
    DALAM MEMILIH DAN MENENTUKAN PENDAMPING HIDUP KAMI”
    “BERKATI BAGI KAMI YANG BERKELUARGA , YA TUHAN”

    Ketika Allah memproklamirkan diri-Nya yang Esa,Satu dan Majemuk tetapi Tunggal dengan keKudusanNya, maka Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan,bukan laki-laki dan laki-laki atau perempuan dan perempuan,tetapi nyata-nyata laki-laki dan perempuan dan tidak menyebut suatu rasisme dan agama apapun di muka bumi. adakah jenis yang lain dari dahulu sampai sekarang diantara laki-laki dan perempuan?
    Akan tetapi Allah mempertahankan ke-EsaNya dengan mempersatukan laki-laki dan perempuan sebagai perwujudan jati diriNya yang Satu,Esa dan Majemuk tetapi Tunggal beserta ke-KudusanNya yang menampakkan keagunganNya dalam perwujudan hidup berkeluarga..sebagai suri tauladan bagi umat manusia adalah keluarga Kudus Nazareth, Yesus, Maria dan santo Yusuf yang menggambarkan ke Kudusan keluarga Allah. Yang kompak, seia-sekata, satu tujuan,satu pengertian dan sehati sepikir.
    1 Korintus 1:10 “ Tetapi aku menasihatkan kamu saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

    Kej1:27“Maka Allah menciptakan manusia menurutNya(kehendakNya,keinginanNya, kemauanNya) menurut gambar ALLAH diciptakanNya; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.
    Kej 2 : 24 : “ Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
    Mat 19 : 4-5 “ Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firmanNya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.


    Dalam hal ini Yesus menyembunyikan rahasia ke-KudusanNya,ke-KuasaanNya dan ke-TegasanNya,serta KebijaksanaanNya yaitu hakikat Satu, Esa dan Majemuk tetapi Tunggal. Sehingga dengan tegas dan kegeramanNya sebagai Allah mengatakan :
    Luk 16 : 17 “ Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
    Markus 10 : 9 “ Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

    Markus 10 : 11 –12 “ Lalu kataNya kepada mereka: “ Barangsiapa menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.”Dan jika isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.

    Lukas 16 : 18 “Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah: dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.

    Amsal 6 : 32 “ Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri

    1 Korintus 6 : 16-18 “ atau tidak tahukah kamu ,bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas:”Keduanya akan menjadi satu daging..” tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia terjadi di luar dirinya. Tetapi orang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Tetapi orang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.yang membedakan 10 perintah Allah antara Katolik dan Protestan, jadi ada kecenderungan "keinginan" yang disampaikan CA-tholic.....pada post diskusi yang lain.........

    Kebijaksanaan Salomo 3 : 16, 4 : 6 “ Sebaliknya anak orang berzinah tidak menjadi dewasa (dalam arti kedewasaan rohani), dan keturunan dari ranjang tak halal akan lenyap. “Sebab anak-anak hasil seketiduran yang haram menjadi saksi keburukan bagi orang tuanya pada waktu pemeriksaan. (pada saat pengadilan dan penghakiman)

    Sirakh 23 : 22-23,25-27 “ Demikianlah halnya seorang isteri yang meninggalkan suaminya dan dari orang lain melahirkan waris (sifat pribadi orang tua kepada anak-anaknya,penurunan sifat). “Sebab pertama-tama ia tidak taat kepada hukum dari Yang Mahatinggi (mencoreng hakikat ke-Allahan yang Satu,Esa dan Majemuk tetapi Tunggal), keduanya ia bersalah terhadap suaminya, ketiganya ia berzinah dengan melacur, dan akhirnya melahirkan anak dari laki-laki lain.” Anak-anaknya tidak akan berakar,dan ranting-rantingnya tidak akan berbuah (untuk perkembangan rohani). “Sebagai kutukan kenang-kenangannya ditinggalkannya, dan keaibannya tak akan terhapus. “Maka orang yang masih tertinggal akan menjadi insaf,bahwa tidak ada sesuatupun lebih baik daripada takut akan Tuhan, dan tidak ada sesuatupun lebih manis dari pada menepati perintah-perintah Tuhan.

    1 Korintus 7 : 10 - 11 “ Kepada orang-orang yang telah kawin, aku – tidak, bukan aku, tetapi Tuhan – perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.”Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya.” Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

    Roma 7 : 1-3 “ Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, - sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum – bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? “Sebab seorang isteri terikat hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. “Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.” Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.

    1 Korintus 7 : 12 – 15 “ Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan : kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia., janganlah saudara itu menceraikan dia.”Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.” Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. “Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.” Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

    Lukas 16 : 17 “ Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

    Markus 10 : 9 “ Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.


    Imamat 18:22.
    Versi Indonesia: Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara bersetubuh dengan perempuan karena itu kekejian. [/i]
    kalo versi bahasa indonesia sehari-hari: Orang laki-laki tak boleh bersetubuh dengan orang laki-laki; Allah membenci perbuatan itu.

    galatia 5:19-21
    Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


    Nah homosexualitas termasuk dalam kategori percabulan.

    SFinn
    Master of Share
    Master of Share

    Jumlah posting : 87
    Join date : 07.11.08
    Lokasi : @home-mobile

    Re: Dimana Larangan Homoseksualitas di Alkitab?

    Post  SFinn on Mon Jan 26, 2009 2:46 am

    Huu..gw pusing..

    Gamaliel
    Peacesharer
    Peacesharer

    Jumlah posting : 18
    Join date : 13.01.09

    Re: Dimana Larangan Homoseksualitas di Alkitab?

    Post  Gamaliel on Mon Jan 26, 2009 7:35 pm

    Saya sangat setuju bahwa SETIAP PERCABULAN adalah DOSA!

    Yang menjadi pertanyaan: benarkah setiap relasi homoseksual adalah PERCABULAN?

    Hal yang kurang proporsional adalah bahwa seolah-olah relasi homoseksual itu dilihat melulu dan hanya terkait dengan nafsu seks. Adalah betul, memang cinta homoseksual itu juga berorientasi relasi seksual, tetapi ada banyak aspek lain yang kompleks di baliknya. Hal yang tak pernah ditanggapi dengan sungguh-sungguh adalah bahwa dalam relasi itu ada CINTA. Ensiklik Deus Caritas Est, yang menempatkan cinta 'eros' adalah juga hal baik, sebenarnya bisa menjadi pintu masuk untuk diskusi ketika hubungan seks homoseksual ditempatkan di sudut lorong libido dan diberi label percabulan.

    Hubungan seksual laki-laki dan perempuan (heteroseksual) pun juga merupakan dosa di luar koridor cintakasih itu, tetapi ketika ditempatkan dalam cinta kasih relasi seksual itu menjadi aspek yang memutukan relasi dan menguduskan. Keunggulan relasi heteroseksual adalah bahwa relasi cinta itu dapat diwadahi dalam lembaga perkawinan; sementara cinta homoseksual tidak bisa ditempatkan di dalam wadah perkawinan itu. Memang sih, relasi seksual kaum homoseksual sampai sekarang ini tidak dapat ditempatkan di dalam sebuah 'perkawinan katolik'... tetapi kalau digali lebih dalam sebenarnya mana yang lebih pokok, cinta kasihnya atau lembaga perkawinannya? Bukankah dalam perkawinan pun kalau relasi seksual itu dilepas dari cinta kasih juga menjadi percabulan terselubung?

    Ada banyak hal yang masih harus digali, lebih banyak daripada soal norma yang harus ditetapkan tanpa boleh ditanyakan.

    laurentius

    Jumlah posting : 3
    Join date : 19.08.09

    Re: Dimana Larangan Homoseksualitas di Alkitab?

    Post  laurentius on Wed Aug 19, 2009 4:40 am

    saya setuju dengan pandangan Gamaliel sebelumnya.

    Di dalam alkitab banyak menuliskan tentang dosa homosexualitas :
    - (kej 19:4-8)kalau kita kaji tentang kisah sodom dan gomora, kegiatan percabulan yang mereka lakukan memang sangat melampaui batas di mana mereka menggauli setiap laki-laki yang datang ke kota mereka. Seandainya kasus serupa terjadi pada heterosexual, itu juga merupakan perbuatan dosa besar di mana segerombolan orang beramai-ramai melakukan sex bebas dan memperkosa tamu yang datang. (saya artikan : bukan karena hubungan sesama laki-laki, tetapi percabulan bebas dan umum itulah yang menjadi dosa besar)(walaupun memang lot menawarkan anak gadisnya kepada mereka)

    - (rom 1:26-28) para suami yang sudah beristri, meninggalkan istrinya untuk bergaul dengan suami lain yang sudah beristri. Seandainya hal ini terjadi pada kaum heterosexual di mana para suami yang sudah berisitri meninggalkan istinya dan bergaul dengan perempuan lain yang sudah bersuami, ini juga suatu perselingkuhan dan termasuk dosa zinah yang besar.

    Sponsored content

    Re: Dimana Larangan Homoseksualitas di Alkitab?

    Post  Sponsored content Today at 10:53 pm


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 10:53 pm