Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.


    "Passion of Christ" in Gay porn movie version

    Share

    ambrochius
    Star of Share
    Star of Share

    Jumlah posting : 33
    Join date : 21.01.09
    Lokasi : Bandung, West Java

    "Passion of Christ" in Gay porn movie version

    Post  ambrochius on Sat Jan 24, 2009 1:17 pm

    Sebuah film porno gay berjudul “Passion”, dikemas dalam beberapa adegan porno sesama pria dengan penggambaran Yesus sebagai tokoh sentralnya yang dipelesetkan dari film yang berjudul sama. Adapun film “Passion of Christ” ini telah muncul juga dalam berbagai versi. Ada Passion Part Two yang menggambarkan Yesus yang berperang melawan setan dengan memasuki pintu portal ke tahun 2005, ada pula yang tampil dengan versi vulgar murni film porno dalam bentuk Yesus yang bersanggama dengan Maria Magdalena. Film Passion versi aslinya sendiri juga menimbulkan protes dari banyak kalangan karena mengumbar sadisme yang berlebihan terutama pada saat Yesus di siksa oleh para algojo. Tentang filmnya, sang pembuat berujar, ”Untuk setiap gambar-gambar orang Kudus termasuk Yesus, yang kontroversial dan telah tercemarkan dengan sajian dalam cara-cara baru, menantang pemirsa untuk memikirkan kembali agama mereka sendiri, spiritualitas, dan seksualitasnya. Saya hanya akan menyebutkan bahwa ada banyak gambar Yesus yang telanjang dalam seni Renaissance seperti yang terdapat dalam lukisan Michelangelo pada Sistine Chapel, lalu kenapa hal tersebut tidak dianggap tidak senonoh." Seraya membela diri.

    Hal diatas mengingatkan kita pada sebuah film lawas yang juga bertemakan kehidupan Yesus yang berjudul “The Last Temptation”, yang menuai banyak protes dari berbagai kalangan Kristiani. Dalam film itu digambarkan Yesus yang sedang bercinta dengan Maria Magdalena walaupun ditampilkan tidak secara fulgar. Secara global memang film tersebut tidak menitikberatkan pada hubungan badan Yesus dan Maria Magdalena, namun mengedepankan sisi kemanusiaan Yesus yang dimana pada akhirnya Yesus sendiri memilih untuk tidak mengambil jalan sesuai dengan “Pencobaan Terakhir”-Nya itu, namun tetap pada jalan Keselamatan dengan mengorbankan diriNya pada kayu Salib.

    Pada dasarnya memang karya seni dalam bentuk apapun adalah suatu kebebasan berekspresi manusia akan kehausannya dalam memanifestasikan eksistensinya. Masalahnya timbul ketika karya seni tersebut berbenturan dengan nilai agama dan moral baik secara global ataupun lokal.

    Ada banyak kasus pelecehan agama yang tak terhitung jumlahnya di berbagai belahan dunia, maupun di berbagai aspek religi dalam agama apapun. Respon yang ditimbulkannya juga beragam, dari yang penuh emosional membabi buta, menolak secara intelektual dan elegan, tak sedikit pula yang hanya diam dan menjadi penonton. Untuk setiap kubu, mereka punya apologynya masing-masing. Sebagai seorang Katholik yang nota bene adalah seorang gay, tentu anda sudah kenyang mendengar atau bahkan mengalami sendiri pertentangan dan penolakan tentang gaya hidup penyuka sesame jenis ini, bahkan dari kalangan gereja sendiri. Terlepas dari masalah film yang sedang kita bahas disini.

    Ini hanya satu contoh kecil dari sekian ribu kasus. Pertanyaan mendasarnya (mungkin untuk yang satu ini saya setuju dengan pernyataan di atas, walau saya tidak menyatakan setuju dengan filmnya) adalah : ”Untuk setiap gambar, tulisan ataupun pemikiran bertemakan religius yang kontroversial dan telah tercemarkan dengan sajian dalam cara-cara baru, menantang pemeluk agama itu sendiri untuk memikirkan kembali agamanya, spiritualitas, dan mungkin juga termasuk seksualitasnya.”


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 12:15 pm