Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.


    Vatikan tetap cekal pastur gay

    Share

    ambrochius
    Star of Share
    Star of Share

    Jumlah posting : 33
    Join date : 21.01.09
    Lokasi : Bandung, West Java

    Vatikan tetap cekal pastur gay

    Post  ambrochius on Sat Jan 24, 2009 6:11 am

    Vatikan menerbitkan panduan yang mengukuhkan kembali bahwa homoseksual aktif dan "para pendukung budaya gay" tidak diperkenankan menjadi pastur.

    Namun, naskah panduan yang telah lama dinantikan memperlakukan homoseksualitas sebagai "tendensi", bukannya orientasi, dan menyatakan, mereka yang telah mengatasinya boleh mulai menjalani pendidikan untuk menjadi pastur.

    Sedikitnya tiga tahun harus berlalu antara "mengatasi masalah peralihan" dan pengukuhan sebagai samas, kata panduan itu.

    Semua pastur Katholik harus mengangkat sumpah selibat, apa pun orientasi mereka.

    Panduan tersebut tidak menyinggung-nyinggung pastur yang aktif saat ini, tapi mengacu ke mereka yang hendak masuk ke seminari.

    Sebagian pakar theologi Katholik merasakan naskah ini tidak cukup jelas, kata Wartawan BBC Peter Gould.

    Bahwa dokumen ini mengacu ke "tendensi" bukannya orientasi "ini akan membuat banyak orang menggaruk-garuk kepala," kata Romo Thomas Reese dari Ordo Jesuit kepada Gould.

    Kebenaran

    Penerbitan panduan baru ini dipicu oleh skandal pelecehan seksual di kalangan rohaniawan Amerika Serikat.

    Dokumen berisi 18 paragraf itu diterbitkan tanpa mengundang perhatian hari Selasa pagi. Vatikan juga tidak memberikan penjelasan lebih terperinci kali ini.

    Naskah tersebut bocor pekan lalu dan diterbitkan di Internet oleh situs berita Katholik Italia, Adista.

    Para pengecam berkeberatan bahwa warga seminari gay mungkin percaya bahwa mereka mungkin tidak punya pilihan, kecuali berbohong mengenai orientasi seksual mereka.

    Panduan itu secara khusus menyinggung masalah ini, dan mendesak para calon pastur akan menyatakan keadaan sebenarnya.

    "Tentu hal sangat tidak jujur bagi calon untuk menyembunyikan homoseksualitas," katanya.

    Pihak lain mengatakan, ketentuan baru ini mungkin menyebabkan jumlah pastur, khususnya di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, tempat lebih dari 25 persen pastur Katholik diyakini homoseksual yang tidak

    'Kendala besar'

    Dokumen, yang rancangannya disusun oleh Kongregasi untuk Pendidikan Katholik Vatikan dan disetujui oleh Paus Benediktus pada 31 Agustus, menggambarkan perilaku homoseksual sebagai "dosa besar" yang tidak bisa dibenarkan dalam keadaan apa pun.

    "Jika seorang calon mempraktikkan homoseksualitas, atau menunjukkan tendensi homoseksual mendalam, pengarah spiritualnya maupun penerima pengakuannya memiliki hak untuk benar-benar meminta dia agr tidak berlanjut menuju pentahbisan," kata dokumen itu.

    "Orang semacam itu sebenarnya berada dalam situasi yang menimbulkan kendala besar terhadap hubungan yang benar antara pria dan wanita."

    Namun, dokumen itu menekankan penghormatan mendalam Gereja kepada homoseksual, yang menurutnya, tidak boleh didiskriminasi.

    Homoseksual telah dicekal dari kepasturan dalam dokumen yang dikeluarkan tahun 1961.

    Pakar hukum agama mencatat bahwa panduan baru ini tidak diterbikana dalam forma specifica. Artinya, Paus tidak secara resmi mengukuhkan dengan kewenangan pribadinya, kata National Catholic Reporter.

    Ini bisa bermakna ada peluang bagi interpretasi lebih lanjut atau peninjauan di masa datang.

    Panduan terbaru ini sendiri merupakan hasil peninjauan yang diperintahkan oleh mendiang Paus Johanes Paulus II pasca skandal pelecehan yang sangat menghancurkan di Amerika, di mana sejumlah pria menuduh pastur telah melecehkan mereka saat mereka masih berusia belasan tahun.

    dikutip dari BBCINDONESIA.com

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 12:19 pm